Slider Widget

Ads Here

Tuesday, July 7, 2020

Istilah Umum Pada Pengerjaan Beton oleh - excavatorminihitachi.xyz

Halo sahabat selamat datang di website excavatorminihitachi.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Istilah Umum Pada Pengerjaan Beton oleh - excavatorminihitachi.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dalam beberapa pekerjaan sering kita temukan istilah-istilah yang cukup asing, khususnya dalam pengerjaan beton dan yang berhubungan dengannya, yang sering di jumpai di site seperti pada pengerjaan pengecoran.

Pekerjaan beton yang tentunya melibatkan orang-orang lulusan sipil tidak sedikit juga mereka belum banyak yang mengetahuinya, oleh karena itu di sini kami mencoba menguraikan beberapa istilah yang biasa dan umumnya dipakai dilapangan.

Penggunaan konstruksi beton banyak digunakan dalam berbagai jenis bangunan, baik untuk bangunan rumah tinggal maupun bangunan gedung bertingkat dan jenis-jenis bangunan yang lain.

Secara garis besar pekerjaan konstruksi beton terdiri beberapa pekerjaan antara lain diantaranya yaitu: pekerjaan bekisting, pekerjaan pembesian, dan pekerjaan pengecoran beton.

Untuk material beton saat ini sudah banyak yang menggunakan beton readymix. Penggunaan beton Readymix merupakan salah satu solusi praktis dengan kualitas cukup terjamin untuk pekerjaan struktur Bangunan.

Baca juga:

Harga Ready Mix

Untuk material pembesian secara umum sering menggunakan besi tulangan dengan diameter sesuai dengan perencanaan struktur dan jenis bangunan. Sedangkan untuk bekisting bisanya menggunakan dari pasangan batako untuk pekerjaan pondasi dan tie beam / sloof bangunan, serta bekisting kayu (yang terdiri dari multipleks, kaso kayu, dan balok kayu) untuk struktur kolom, balok, dan pelat lantai.

Istilah-Istilah Umum Dalam Pengerjaan Beton

A

  • Acuan (bekisting)
    Suatu sarana pembantu struktur beton untuk pencetak beton sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan.
  • Agregat
    Material granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah dan kerak tungku besi, yang dipakai bersama-sama dengan suatu media pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan.
  • Agregat Ringan
    Agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai berat 1100 kg/m3 atau kurang.
  • Agregat Halus
    Pasir alam sebagai hasil desintegrasi alami bantuan atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0 mm.
  • Agregat Kasar
    Kerikil sebagai hasil desintegrasi;alami; dari bantuan atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5-40 mm.
  • Adukan
    Campuran antara agregat halus dan semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain dan air.
  • Angker
    Media untuk mengikat dalam suatu sambungan beton pracetak.
  • Accelerator
    Bahan tambah untuk mempercepat pengikatan beton.
  • Admixture
    Bahan tambah untuk campuran beton.
  • Additive
    Bahan tambah untuk campuran beton.

B

  • Bahan Tambahan
    Suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya.
  • Beton
    Campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat.
  • Beton Bertulang
    Beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja.
  • Beton-Normal
    Beton yang mempunyai berat isi 2200- 2500 kg/m3 menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan.
  • Beton Praktekan
    Beton bertulang yang telah diberikan tegangan dalamuntuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja.
  • Beton Pracetak
    Elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan.
  • Beton Ringan Struktur
    Beton yang mengandung agregat ringan yang mempunyaiberat isi tidak lebih dari 1900 kg/m3.
  • Beton Polos
    Beton tanpa tulangan atau mempunyai tulangan tetapi kurang dari ketentuan minimum.
  • Berat Jenis
    Perbandingan antara berat dan volume suatu material (misalnya: Beton).
  • Bouwplank
    Papan duga dalam istilah Belanda, sebagai pedoman awal pekerjaan konstruksi.
  • Barsteel
    Rangkaian tulangan.
  • Box
    Kotak penyedia daya atau arus listrik.
  • Bucket Tower Crane
    Kotak pembawa material dari mesin angkat.
  • Bleeding
    Beton yang kelebihan air, sehingga air semen naik ke permukaan.
  • Bendraat
    Kawat pengikat tulangan dalam istilah Belanda.
  • Batching Plant
    Lokasi / tempat pengadukan pembuatan beton ready-mix.

C

  • Conveyor adalah ban berjalan untuk membawa material.
  • Cofferdam adalah menahan / membendung adukan beton sehingga tidak tercampur lingkungan (tanah, sungai dan sebagainya).
  • Cast in situ adalah pelaksanaan pracetak beton di lapangan.
  • CGS adalah standar internasional terkecil dalam ukuran metrik (dalam sentimeter).

D

  • Dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur.
  • Deking adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton.
  • Doka adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.
  • Dump Truck adalah truk yang memiliki tenaga hidrolik untuk menaikkan bak muatannya.

F

  • Faktor Air Semen (Fas) adalah perbandingan antara jumlah semen dan air pada beton.
  • Forklift adalah mesin / alat angkat, dengan posisi beban muatan didepan mesin.

H

  • Hoist adalah mesin / alat angkat.
  • Hammer Test adalah uji palu beton pada lapisan yang telah mengeras.
  • In Situ adalah lokasi / lapangan.

J

  • Jacking adalah mesin / alat penarik kabel pratekan.

K

  • Konstruksi Batu adalah pasangan batu yang berfungsi sebagai elemen konstruksi dengan kekuatan tekan 100 kg/cm2.
  • Konstruksi Beton adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi
  • Kabel adalah susunan material yang digunakan dalam media penarikan beton pratekan, biasanya disebut tendon

L

  • Lay-Out adalah penggunaan tata ruang di lapangan.

M

  • MKS
    Standar internasional terbesar dalam ukuran metrik (meter).
  • Mold
    Acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton.
  • Mix Design
    Disain campuran beton berdasarkan berat atau volume.
  • Maccaferri
    Perusahaan pembuat acuan dan perancah.

P

  • Perancah (Scaffolding)
    Suatu struktur (kerangka) sebagai (1) sarana kerja bagi pekerja untuk melakukan tugas pada ketinggian tertentu dan (2) penyangga acuan beton yang berfungsi mencegah terjadinya perubahan posisi acuan dari posisi yang telah ditentukan.
  • Power
    Energi listrik di lapangan yang berasal dari PLN atau generating set.
  • Portland Cement
    Semen abu-abu.
  • Post-Tension
    Penarikan pada beton pratekan setelah beton mengeras.
  • Pre-Tension
    Penarikan pada beton pratekan sebelum dilaksanakan pengecoran.
  • Peri
    Perusahaan pembuat acuan dan perancah.

R

  • Retarder
    Bahan tambah untuk memperlambat pengikatan beton.
  • Rapid Klam adalah alat penjepit pada acuan untuk struktur kolom dan balok.
  • Ready Mix Concrete
    Beton yang siap pakai.

S

  • Sengkang
    Tulangan yang digunakan untuk menahan tegangan geser dan torsi dalam suatu komponen struktur, terbuat dari batang tulangan, kawat baja atau jaring kawat baja las polos atau deform.
  • Segregasi
    Pengelompokan agregat yang homogen pada adukan beton, dimana agragat kasar terpisah dengan agregat halus.
  • Speady
    Uji pada semen abu-abu untuk mengetahui kemampuan ikatan semen.
  • Slump
    Alat uji konsistensi/kekentalan beton.
  • Steel Proff
    Tiang baja yang berbentuk silinder dapat diatur ketinggiannya.
  • Shear Connector
    Bahan / material penghubung antara 2 (dua) material yang berbeda karakteristiknya (komposit).
  • Strands
    Kumpulan kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel.
  • Setting Time
    Pengaturan atau penentuan waktu ikat pada beton.
  • Sand Blasting
    Alat / mesin pembersih permukaan pada beton sebelum dilaksanakan perbaikan beton atau penutupan kembali.
  • Shop Drawing
    Gambar pelaksanaan / kerja.
  • Site-Plan
    Rencana lokasi/areal pelaksanaan.
  • Stressing
    Penarikan kabel atau tendon pratekan.

T

  • Tulangan
    Batang baja berbentuk polos atau defon atau pipa yang berfungsi untuk menahan gaya tarik pada komponen struktur, tidak termasuk tendon prategang, kecuali bila secara khusus diikut sertakan.
  • Tulangan Polos
    Batang baja yang permuakaan sisi luarnya rata tidak bersirip atau berukir.
  • Tulangan Deform
    Batangan baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi bersirip, atau berukir.
  • Truck Mixer
    Jenis truk yang mampu mengaduk beton dengan tong yang bergulir
  • Timing
    Pemilihan waktu untuk merencanakan ikatan beton.
  • Troley
    Alat/mesin pembawa adukan beton.

U

  • Uplift
    Sebuah tekanan/gaya angkat.

W

  • Workshop
    Lokasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi.
  • Waterpas
    Sebuah alat/mesin untuk mengukur kedataran suatu pasangan konstruksi.
  • Wires
    Sebuah kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel.
  • Workability
    Kemudahan di dalam melaksanakan suatu pekerjaan konstruksi.

Demikian beberapa informasi mengenai istilah umum dalam pengerjaan beton yang biasa digunakan di lapangan pada saat mengerjakan proyek pengecoran. Semoga Bermanfaat

Sumber Utama

Istilah Pengerjaan Beton

Itulah tadi informasi mengenai Istilah Umum Pada Pengerjaan Beton oleh - excavatorminihitachi.xyz dan sekianlah artikel dari kami excavatorminihitachi.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

No comments:

Post a Comment